Langsung ke konten utama

Postingan

Iman Kaligrafi

Dari rengekan ayam Meneriakkan, dan memekakkan tak habis fikirku setelah itu namun tahulah aku kala mata mulai tertuju dari rengekan pena bambu lejitnya yang membuat dzikir kalbu tapi tak mungkin adalah semuanya tanpa kehadiran hitamnya tinta dan kini, aku menyadari kehadiran kertas putih yang juga berpartisipasi dari kalam Ilahi dan nasihat Guru kala itu mulailah menulis daku dengan penuh teliti tak lupa dari mencermati menghayati meyakini hingga ku hafal semua liku ku tulislah lafadz itu yang kemudian menjadi dzikir, pengingat untuk terus berfikir dari kalam Ilahi yah, dari kalam terMulia di bumi huruf paling simetri paling apik dan cantik kembali aku meneruskan jihadku malam itu meski dengan temaram lampu tak apalah takkan berarti semua itu karna aku meyakini cahaya yang asli hanya dari hati itulah cerita imanku dari sebuah kayu yang bermula di pagi itu tak usahlah merengak karena kantuk tak usahlah meski masih bau mutut dengan belek ya...

Sajak Baru

dilema baru dari si tuna rungu yang telah lupa akan sajak rindu tahulah mengapa jadi semakin bosan hari ini diri lupa dan melupakan arti kalbu telah terjadi sudah memang di hari itu kala sajak tak ada dan hati jadi gamang biarlah ku jadikan tender di hari nanti bahwa hari tanpa rindu anggap saja sebuah petaka layu barang kali hari kemarin tapi bunga ini bisa tumbuh lagi sekarang hari ini kumulai merindumu lagi sayang lewat sajak yang maaf kemarin tak sempat aku tuliskan senandung naif memang tak ada jejak yang perlu ku jelaskan kemarin berlalu begitu saja tak ada alasan aku cerita biarlah kunyanyikan lagi tentang kita ku muali lagi dari mekarnya bunga di musim semi tak bisa ku perlihat kan memang tapi yakinlah, dia telah berkembang lagi sayang duh, tentang pula salam rindu dari sang rembulan mendongenglah semalam tentang pertapaan si punuk itu tak boleh lah resah meski tak bisa menggapai rembulan tidakkah ia bisa melihatnya setiap malam ...

Ada Cerita

dari cerita remaja yang terurai penuh harap seakan pelukan mentari tak berarti hanya untuk sebuah mimpi seorang gadis belia yang sedang berjalan di lataran rumah terseok dengan sebuah tongkat mulus kakinya yang tak jera akan gigitan aspal untuk sebuah impian maju dari seorang petani yang ceritanya paling banyak dinikmati namun jarang sekali pelaku mimpi yang bermimpi untuk menekuri tentang seorang yang tak perlulah kesabarannya kita uji untuk mencapai kemakmuran negeri juga cerita dari seorang guru cerita termahsyur yang tak perlu kita kukur tentang jasa-jasa yang telah banyak mereka cipta Semarang, 5 Maret 2017 _fifi flitcher_

Kaligrafi Pionir UIN

Tidakkah dilemma ini beralasan Dan cukup dibuat perenungan Ini ceritaku dari sebuah penantian Fokus kecil memang Namun hingga kini kusesalkan Dunia yang tak bias ku ringkuh Perjalanan yang tak bisa ku diamkan Jadi using kemudian Karena aku hanya actor jalanan Aku marah Tuhan, Dari putaran kenangan keadilan Meski bicara adil, aku tak ada timbangan Tak seorangpun bisa disalahkan Jalan ini, ibarat arus air Dimana sang instruktur -lah penggasak alur                                                                                     ...