Meneriakkan, dan memekakkan
tak habis fikirku setelah itu
namun tahulah aku kala mata mulai tertuju
dari rengekan pena bambu
lejitnya yang membuat dzikir kalbu
tapi tak mungkin adalah semuanya
tanpa kehadiran hitamnya tinta
dan kini, aku menyadari
kehadiran kertas putih yang juga berpartisipasi
dari kalam Ilahi
dan nasihat Guru kala itu
mulailah menulis daku
dengan penuh teliti
tak lupa dari mencermati
menghayati
meyakini
hingga ku hafal semua liku
ku tulislah lafadz itu
yang kemudian menjadi dzikir,
pengingat untuk terus berfikir
dari kalam Ilahi
yah, dari kalam terMulia di bumi
huruf paling simetri
paling apik dan cantik
kembali aku meneruskan jihadku
malam itu
meski dengan temaram lampu
tak apalah
takkan berarti semua itu
karna aku meyakini
cahaya yang asli hanya dari hati
itulah cerita imanku
dari sebuah kayu
yang bermula di pagi itu
tak usahlah merengak karena kantuk
tak usahlah meski masih bau mutut
dengan belek yang belum kau cuci
semua terlupa, kala kau mulai melucuti
dari sebuah bambu
yang hitam kelam, dan tak kusembunyikan dekilnya
dengan tinta yang tak berbau farfum
namun lihatlah
kala melihat hasilnya
ya, cerita ini
tentang si bambu itu
yang menjadi penaku
dan tinta itu
juga selembar kertas itu
tak lupa, semua bekal dari guruku
dan rasa Iman, dari Tuhanku
Semarang, 14 Februari 2017
tak habis fikirku setelah itu
namun tahulah aku kala mata mulai tertuju
dari rengekan pena bambu
lejitnya yang membuat dzikir kalbu
tapi tak mungkin adalah semuanya
tanpa kehadiran hitamnya tinta
dan kini, aku menyadari
kehadiran kertas putih yang juga berpartisipasi
dari kalam Ilahi
dan nasihat Guru kala itu
mulailah menulis daku
dengan penuh teliti
tak lupa dari mencermati
menghayati
meyakini
hingga ku hafal semua liku
ku tulislah lafadz itu
yang kemudian menjadi dzikir,
pengingat untuk terus berfikir
dari kalam Ilahi
yah, dari kalam terMulia di bumi
huruf paling simetri
paling apik dan cantik
kembali aku meneruskan jihadku
malam itu
meski dengan temaram lampu
tak apalah
takkan berarti semua itu
karna aku meyakini
cahaya yang asli hanya dari hati
itulah cerita imanku
dari sebuah kayu
yang bermula di pagi itu
tak usahlah merengak karena kantuk
tak usahlah meski masih bau mutut
dengan belek yang belum kau cuci
semua terlupa, kala kau mulai melucuti
dari sebuah bambu
yang hitam kelam, dan tak kusembunyikan dekilnya
dengan tinta yang tak berbau farfum
namun lihatlah
kala melihat hasilnya
ya, cerita ini
tentang si bambu itu
yang menjadi penaku
dan tinta itu
juga selembar kertas itu
tak lupa, semua bekal dari guruku
dan rasa Iman, dari Tuhanku
Semarang, 14 Februari 2017
_Fifi Flitcher _
yuhuu...
yah, cuap sedikit tentang hobiku guys. meski tak begitu mahir. tapi inilah yang selalu kufikir.
tapi, jangan terlalu di fikir y...
intinya, sajak ini tercipta untuk peringatan hari Kaligrafi di Bumi pertiwi (saya sendiri)
yuhuu...
yah, cuap sedikit tentang hobiku guys. meski tak begitu mahir. tapi inilah yang selalu kufikir.
tapi, jangan terlalu di fikir y...
intinya, sajak ini tercipta untuk peringatan hari Kaligrafi di Bumi pertiwi (saya sendiri)
Komentar
Posting Komentar