Langsung ke konten utama

Dari Rumput Kering



hamparan angkasa, lautan indah merasuk ingatan
foya-foya implikasi radiasi dan angan ungkapan sukma ini

terajut cerita dari rumput kering

suguhan tak ceria bagi si pertapa
tumpul sungguh nasib dunia
mengapa ia harus kering

dalam ketandusan sapuan angin

kekeringan bukan suguhan yang terlalu sering
namun mengombang ambing
gambaran miring yang cukup mendapat ranking

dari rumput kering

yang tak dapat air
cerita ini masih bergulir
membangun alur yang membuatku berfikir

dari hamparan rumput kering

bukan berarti tak sanggup lagi keindahan mampir
ini lakonku
dalam dilema si pemikir
bukan suatu hal tabu
tapi bukankah Tuhan sang Maha Adil
karenanya ku ceritakan ini

belajar dari rumput kering

dapatlah menjadi penghangat dingin
penghidupan hewan-hewan kelingking
 pencipta fikir bagi yang mampir

fabiayyi alaa irobbikuma tukadziban

"maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ?"


Semarang, 7 Februari 2017
_ Fifi Flitcher _

Komentar