Langsung ke konten utama

Kembang Emosi



Biar ku simpulkan
Dari simpul-simpul mati yang kau beri
Biar ku luruskan
Dengan minyak pelumas dahaga
Biar aku artikan kemudian
Tentang bagaimana hubungan kita setelahnya

Memang lewat terlalu  salah
Penganggapan faham yang kau anut itu
Dari cerita sesosok manakah kau dapat
Simpul-simpul itu tak ada yang benar sekali
Kunyuh dan lumpuh sudah tanganku
Bobrok terlalu asa ini
Dengan parahnya luka yang terparut
Pinggiran tali yang terlalu marut

Dan biar ku artikan
Tidakkah ini suatu hal membahagiakan
Saat emosimu sedang berantakan
Kala mendengarku bercumbu dengan temanmu semalam
Tidakkah ini melegakan
Ku tahu kini arti sebuah kebesaran
Parah tertusuk pedang kasat nan karatan
Dari mulut orang-orang tak aturan

Terimakasih atas amarahmu
Ku hargai itu
Lebih kusenangi begitu
Sangat bahagiaku kini mengenalmu
Terimakasih atas emosimu
Emosi cinta yang memburu
Meski sempat tercetak nafasku
Namun kini, sungguh adalah saat bahagiaku


Semarang, 27 februari 2017                    
_ Flitcher _                                   

Komentar