Kalap api itu meringis
Menyikat habis sebongkah
kayu
Tanpa basa-basi,
Siluet bunga mawar kering
di tepi
Terlalu manis untuk mati,
gosong..
Gara-gara api
Di sebuah gubuk kayu pula
Bayangan tenang seorang
janda
Terlalu indah diam sendiri
Malam hari tanpa lelaki
Kuku hitam hasil menggeruk
tanah
Barangkali kucingnya juga
pergi
Untungnya ku lihat lagi
Sebuah burung biru,
bertengger di sebuah gardu
Anjing betul lelaki itu
Binatang malam yang cukup
tua
Seolah hanya itulah waktu
dunianya
Hanya untuk sebuah kata
macho saja
Pembajak keperawanan
seorang wanita
Anggapnya sebuah dufan
murahnya
Dedemit manakah yang
membantu
Pembentuk banyak wanita
lagi yang begitu
Aksi para masyarakat turut
membantu
Dan begitulah nasib si
janda tua itu
Semarang, 23 Februari 2017
_ Flitcher_

Komentar
Posting Komentar