Langsung ke konten utama

Ketika Jagad Raya Bercinta



Hey, Kasih
Mari bicara cinta
Meski kita belum dewasa
Atau mungkin sudah terlanjur tua
Lebih baiknya sedang remaja
Sungguh,
Mari bicara cinta
Kita mulai dari baunya
Seharum bedak bayi maupun orang mati
Memang bermacam wangi
Karena itulah bau cinta
Dari pandangannya
Lebih luas dari jagad raya
Tak usah menyinggung samudra
Atau hutan belantara
Bahkan langit-langit kita
Dan tentang cinta kita
Bagaimanakah ini seharusnya
Meski kadang beribu karang menghadang
Tidakkah engkau bosan
Meski aku hanya pujangga
Tak kan sudi ku pinang kau hanya dengan kata
Kasihku
Cerita tentang mu
Tentang penggambaranmu
Mungkin hanya dunia yang tahu
Penilaian keindahanku, berbatas dari yang tahu
Kasihku
Juga tentang cinta ku
Biar lah puisi ini menjadi saksi
Karena bicara tentang cinta
Dari esensi bumi
Meski bernilai beribu keindahan bunga di musim semi
Kehangatan mentari pagi
Dan rentetan keindahan lain yang di akui
Cinta dan mencinta
Melebihi keindahan segala
Tak perlu bicara lagi tentang bunga
Kembangan hati cukuplah sebagai tanda
Tak tertilik lagi punya dunia
Orang mencinta
Bilang saja tak tahu segala
Kadangkala takdir bertindak nestapa
Bila rangkaian seperti punuk dan rembulannya
Pula mengerti segala
Berarti apapun ditangannya
Pun pasti diraihnya
Karena seorang pecinta
Beralih pada udara
Juga mata air manusia
Memang cinta yang utama
Pengikat segala
Tentang itu, Empedocles lah yang berkata
Pun ikut serta pandangan yang lainnya
Kita lihat pada api selanjutnya
Gambaran emosi makhluk fana
Tidakkah kita perlu juga
Untuk menanak dan menghidupi
Pula keabsahan nilai emosi
Tidakkah cukup untuk opini
Timbangan dari emosi
Duh, kasih
Hari pun juga bersaksi
Tentang keadilan waktu yang terlewati
Ketika rasa semakin bersemi
Bisingan cuaca pun tak lagi berguna
Ajakan gelombang dunia dan sebagainya
Hanya sebatas bayangan diri menjadi titik
Tak terlewat meski sedetik
Kecurangan lain juga ada lagi
Dan berbukit lagi
Kala rotasi kepala semakin tak terkendali
Ya, ini tentang cinta
Gambaran opini dari orang kerdil
Yang baru saja meminum secangkir air asin
Namun kasih
Mari lagi berbagi cerita
Sama-sama bicara lanjutan kisah kita
Agar lebihlah kita memahami rasa
Belajar lagi dan saling berupaya
Mari bicara cinta
Di hari selanjutnya

Semarang, 28 Februari 2017             
_ Flitcher _                                   


Komentar