Langsung ke konten utama

Kenangan Jalan Pertama


pagi di semarang
suatu tiupan takdir yang menerjang
pukulan realita yang cukup memikat
namun cukup membuat tersekat

pagi di semarang
bisa jadi sebuah ungkapan syukur
dari perjalanan di pucuk umur
namun sering membuatku tersungkur

pagi di semarang
kolong langit terasa lebar
kicauan burung tidak ku dengar
namun buruan detak nadi, membisik bergetar

pagi di semarang
awal hirupan setelah kematian
meski aku sedang sendirian
bisalah kini, lebih ku mengerti Tuhan
pagi di semarang
cukup berbeda dengan pagi di kampung halaman

Semarang, 21 Maret 2017
_ Fifi Flitcher _

Komentar